Kesadaran bahwa pusat pertumbuhan ekonomi kini tidak lagi terpusat di ibu kota Jakarta kian meluas. Salah satu buktinya, keputusan peritel raksasa asal Prancis, Carrefour, untuk melebarkan sayap ke daerah, baik di Jawa maupun luar Jawa. Mereka menargetkan, komposisi gerai di Jakarta dan daerah tiga tahun ke depan seimbang.
Presdir PT Carrefour Indonesia Shafie Shamsuddin mengatakan, di antara total 76 gerai yang beroperasi saat ini, 43 gerai tersebar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Sisanya, 33, tersebar di sejumlah daerah. Rinciannya, 61 gerai hypermarket dan 15 supermarket.
”Rencana ekspansi kami tiga tahun ke depan adalah fokus di luar Jakarta. Sehingga, dalam jangka waktu relatif pendek tersebut, kami bisa mencapai komposisi 50:50. Sebab, sampai tahun lalu, kontribusi omzet pasar luar Jakarta masih 20 persen,” kata Shafie saat berkunjung ke Jawa Pos akhir pekan lalu.
Dijelaskan pria asal Pati, Jawa Tengah, itu, sebelum memulai ekspansi ke daerah, pihaknya akan menyurvei konsumen terlebih dulu. Tujuannya, melihat potensi market di daerah yang akan dibidik. Dia menyebutkan, ada 15 kota yang menjadi sasaran pengembangan gerai Carrefour ke depan.
”Saat ini, tim kami masih merancang pertanyaan survei kepada konsumen di 15 kota tersebut pada awal 2010. Jadi, penambahan gerai akan kami tempuh kalau hasil survei menunjukkan bahwa konsumen memang membutuhkan ritel modern,” tuturnya.
Shafie mengatakan, penambahan gerai di tiap daerah akan menyesuaikan kebutuhan konsumen. Artinya, tidak tertutup kemungkinan di tiap daerah dibangun lebih dari satu gerai dengan format hypermarket. ”Tetapi, untuk mendirikan gerai, kami harus menyesuaikan dengan regulasi pemerintah setempat, seperti peraturan daerah (perda). Ada daerah yang peraturannya ketat sehingga perlu pendekatan agar pendirian gerai tetap sinergi dengan pemerintah daerah,” katanya.
Di sisi lain, seiring penambahan gerai tersebut, dia optimistis bisa menambah jumlah produk UKM yang dipasarkan. Disebutkan, hampir 75 persen supplier Carrefour berasal dari UKM. “Namun, secara produk masih relatif kecil, hanya 25 persen,” ujarnya.
Carrefour yang memulai bisnisnya di Indonesia sejak 1998 kini bermitra dengan 4.000 pemasok dari seluruh Indonesia, 70 persen di antaranya masuk kategori pengusaha kecil dan menengah. Carrefour kini menyediakan sekitar 40.000 produk untuk masyarakat Indonesia yang 95 persen di antaranya produk lokal.
Perusahaan ritel asal Prancis, Carrefour Indonesia, membuka tiga lagi supermarket di bulan Desember ini di Jakarta dan Malang, Jawa Timur. “Total ada tiga Carrefour Market yang akan dibuka di bulan Desember ini. Satu di Jakarta dan dua di Malang,” kata Agoes P Adhie, Presiden Direktur PT Alfa Retailindo Tbk, perusahaan pengelola Carrefour Market, di Jakarta, Rabu. Agoes menjelaskan bahwa dua supermarket tersebut merupakan metamorfosis dari Carrefour Express, sedangkan dua supermarket di Malang merupakan fasilitas baru.
Ia mengatakan, bahwa beberapa Carrefour Express dengan luas area 1.200 hingga 1.500 meter persegi (m2) akan berubah menjadi Carrefour Market tersebut. Supermarket yang baru dibuka di Plaza Tendean, Jakarta, tersebut di desain menonjolkan produk-produk kebutuhan sehari-hari terutama produk segar seperti sayuran, buah-buahan, ikan, daging, dan bahan makanan dan minuman sehari-hari.
“Produk segar yang disediakan 80%, dan 70% dari 4.000 pemasok merupakan Usaha Kecil Menengah,” ujar dia. Khusus untuk supermarket di Jakarta ini menyediakan 12.400 produk, di mana 10.400 produk merupakan produk segar. Dalam hal ini petani diberikan seluas-luasnya untuk bisa memasok langsung produk-produk segar ke supermarket ini.
Soal kekhawatiran supermarket tersebut menjadi pesaing dari pasar-pasar tradisional yang juga menjual produk-produk segar, ia menjamin hal tersebut tidak terjadi. “Segmen konsumen antara supermarket ini dengan pasar tradisional berbeda. Di beberapa daerah pasar tradisional yang berdekatan dengan supermarket tetap buka, jadi tidak akan masalah untuk `Carrefour Market`,” katanya.
(Jawapos- Investor)









5 tanggapan kepada “Carrefour Ekspansi Besar-Besaran Ke Daerah”
Dangstars
Desember 14th, 2009 pukul 13:04
Carrefour ini terus menggeliatkan pangsa pasarnya dimana-mana,

Luar biasa
batavusqu
Desember 14th, 2009 pukul 13:14
Salam Takzim
Wah ada kang Dadang
Sedih juga sih kalau banyak Careefour, jadi pusat perbelanjaan Tradisional kurang banyak pengunjungnya, kenapa sih pihak pemegang uang tidak melirik pasar tradisional untuk lebih berexsistensi di kota-kota besar
Salam Takzim Batavusqu
ahmadfilzah
Desember 19th, 2009 pukul 12:51
Nabi melarang Orang kota menjual barang ke daerah (pedesaan). apa yang dilakukan carfour potensial untuk mematikan pasar rakyat. dan ini adalah bahaya dan dosa besar bagi perusahaan tamak. seharusnya carefour mengakomodasi produk daerah untuk dipasarkan di perkortaan besar. hati-hatilah penghancuran bangsa secara perlahan oleh manusia-manusia tamak. wallahun alam.
Haeriadi
Desember 19th, 2009 pukul 19:32
Saya hanya pedagang kecil, bagaimana caranya bisa bekerjasama dengan Carrefour?tks..
asaptaji
Desember 19th, 2009 pukul 21:05
Careffour karawang, gak ada AC nya pengunjung kegerahan…jadi pada males belanjake Carefour, trus harus beli pelastik…..