Tiongkok tak hanya menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi paling pesat. Namun, Negeri Panda itu juga menjadi eksporter terbesar tahun ini, menggeser posisi Jerman yang nilai ekspornya turun karena melemahnya permintaan.
Menurut data yang dirilis AFP, kontribusi perdagangan global Tiongkok tahun ini diprediksi menguat 9 persen, atau naik dari posisi 2008 yang tumbuh 8,86 persen. “Ya, kami tampaknya akan menggeser posisi Jerman dan menjadi negara eksporter terbesar,” kata Wakil Menteri Perdagangan China Zhong Shan di Beijing kemarin (29/12). Zhong mengakui, kalau tahun 2009 adalah tahun sulit bagi Tiongkok. Buktinya, meski saat ini menguasai pasar ekspor, namun volume perdagangan Tiongkok sendiri secara umum anjlok karena turunnya permintaan global. Kebijakan proteksi yang diterapkan sejumlah negara selama krisis, ikut mempengaruhi turunnya nilai ekspor Tiongkok. Sehingga, potensi penurunan nilai ekspor mereka mencapai USD 12 miliar.
Zhong memaparkan, dalam 11 bulan pertama 2009, Tiongkok mengalami penurunan ekspor 18,8 persen dibandingkan periode yang sama 2008. Total ekspor Januari-November tercatat USD1,07 triliun. Tapi, Zhong optimistis ekspor Tiongkok tahun depan akan tumbuh. Namun, dia tidak memberikan target pertumbuhan ekspor pada 2010. Sebab, dia memprediksi tahun depan persaingan akan lebih ketat. “Kami akan menghadapi situasi perdagangan global yang lebih rumit, sehingga tugas atase perdagangan pada 2010 bakal lebih berat. Ini akan meningkatkan ketidakpastian permintaan global dan stabilitas nilai tukar yuan,” jelas Zhong.Dia menegaskan, Beijing tetap akan mempertahankan nilai tukar yuan. Sebab, sejatinya volume perdagangan Tiongkok besar, tapi rapuh. ” Kami harus melakukan penyesuaian struktur perdagangan dan meningkatkan kualitas serta daya saing produk. Kami harus beralih strategi, dari peningkatan kuantitas menjadi kualitas,” paparnya.
Dia mengatakan, ekspor 30 juta kaus lebih menguntungkan bagi perekonomian mereka, ketimbang ekspor satu pesawat Boeing 747. Saat ini, di Tiongkok memang muncul perdebatan soal berapa besar dukungan yang harus dilakukan Beijing atas industri ekspor padat karya. ”Pilihan lainnya, membesarkan industri yang memiliki nilai tambah tinggi,” ujarnya.

eksport - import
Pendapatan Petani Naik
Selain ekspor, Tiongkok juga berhasil menaikkan pendapatan tahunan petani mereka sebesar 5 ribu yuan atau sekitar USD 732. Meningkatnya pendapatan petani itu, karena tingginya arus pengiriman uang pekerja migran ke daerah pedesaan. Data yang dirilis kantor berita Xinhua yang dikutip AFP menyebutkan, pendapatan bersih per kapita petani naik lebih dari enam persen pada 2009 dibandingkan tahun lalu. Pendapatan tersebut naik karena adanya kebijakan pedesaan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat.
Peningkatan ini sebagian didorong oleh pemulihan akan permintaan untuk pekerja migran, seperti pabrik dan perusahaan-perusahaan konstruksi yang mulai mempekerjakan mereka kembali.
Seperti diketahui, hampir 20 juta pekerja migran kehilangan pekerjaan mereka pada awal tahun karena ada pabrik yang tutup, atau terjadi pemangkasan produksi sebagai respons terhadap jatuhnya ekspor dari pasar-pasar utama di Eropa dan Amerika Serikat (AS). Tiongkok sendiri diperkirakan memiliki sekitar 225 juta pekerja migran. (sumber : jawapos.co.id)




December 31st, 2009
mesin kasir
Posted in Uncategorized
Tags: 