Transaksi Obligasi Pemerintah Kelebihan Permintaan Sebesar 2,3 Kali

surat obligasi
JAKARTA. Pemerintah RI akhirnya menetapkan total penjualan obligasi global hanya US$ 2 miliar. Pemerintah menerbitkan obligasi global bertenor 10 tahun yang akan jatuh tempo pada Maret 2020.
Direktur Jenderal Pengelolaan Surat Utang Departemen Keuangan Rahmat Waluyanto mengatakan, obligasi global ini terdiri dari satu tranche sebesar US$ 2 miliar dengan imbal hasil 6%, harga 99,044% dan kupon 5,875%. “Transaksi ini menghasilkan kelebihan permintaan sebesar 2,3 kali atau sebesar US$ 4,5 miliar,” kata Rahmat lewat pesan singkat hari ini (13/1).
Dari obligasi global yang dijual sebesar 69% di antaranya dipegang oleh manajer investasi, 14% oleh bank, 11% dipegang oleh asuransi, dan sisanya 6% dimiliki oleh investor ritel atau individu. Rahmat mengatakan investor dalam negeri memiliki 7% dari total obligasi global yang diterbitkan.
Obligasi global dan Indonesia mendapatkan peringkat Ba2 dengan prospek stabil dari Moody’s, peringkat BB- dengan prospek positif dari S&P, serta peringkat BB dengan prospek stabil dari Fitch Rating. Joint Lead Managers dan Joint Bookrunners transaksi ini adalah Barclays Capital, Citgroup, dan Credit Suisse. (sumber : kontan online)

yang penting ekonomi membaik