Pemerintah Akan Bantu Dana Bagi UMKM Berorientasi Ekspor

Pemerintah melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) akan membantu pembiayaan untuk meningkatkan produksi dan akses pembiayaan untuk para Industri Unit Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). “Pemerintah konsisten menyatukan antara diversifikasi pasar dan produk apalagi industri tersebut berasal dari tren dan dapat menjadi pasar. Saat ini furniture Indonesia pun perkembangannya luar biasa,” ujar Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar di Jakarta, Kamis.

Dengan semakin ketatnya daya saing produk negara lain, sudah seharusnyalah pemerintah mendukung penuh upaya industri kecil dan menengah untuk bisa meningkatkan kinerja ekspor nya keluar negeri lebih besar

Dengan semakin ketatnya daya saing produk negara lain, sudah seharusnyalah pemerintah mendukung penuh upaya industri kecil dan menengah untuk bisa meningkatkan kinerja ekspor nya keluar negeri lebih besar

Ia menambahkan LPEI nantinya juga akan mendukung pembiayaan perusahaan di bidang konstruksi untuk membangun gedung di Timur Tengah.

“Dulu kontraktor kita masih menjadi sub-kontraktor bukan kontraktor utama, karena masih kurangnya aspek pembiayaan, nanti apabila berhasil dibangun seluruh konstruksi, properti serta desain akan berasal dari tenaga ahli asal Indonesia,” ujar Mahendra Siregar menanggapi rencana Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) yang akan membuka peluang investasi di Timur Tengah dengan mendirikan industri rumah kayu di wilayah tersebut.

Ketua Divisi Marketing Asmindo Wisnu Broto mengatakan, industri rumah kayu diharapkan menjadi jalan masuk entry point bagi putera-putera Indonesia untuk menggarap pasar di Timteng.

Ia menjelaskan, proyek investasi tersebut telah berjalan di Dubai, Qatar dan bekerja sama dengan pengusaha setempat dalam pengadaan lahan sebanyak 8 hektare. Diharapkan sumber daya manusia yang terlibat dalam pembangunan proyek tersebut berasal dari Indonesia.

“Nanti pembangunan rumah kayu tersebut, seluruh isi beserta perabotannya akan menggunakan produksi Indonesia, dan dengan adanya lahan tersebut kami juga akan mengincar pasar Afrika Utara, karena saat ini kami belum memiliki kompetitor,” ujarnya.

Wisnu mengatakan, nilai investasi pembangunan rumah kayu tersebut belum pasti karena hingga saat ini permintaan untuk pengadaan rumah tersebut terus meningkat hingga 20.000 unit dengan harga per unitnya sekitar US$ 150.000.

“Permintaan tersebut baru dari satu kontraktor, oleh karena itu kami belum memiliki angka pasti,” ujarnya.

Sementara itu, Senior Managing Director LPEI Arifin Indra menargetkan pembiayaan ekspor mencapai Rp 1 triliun pada 2010 untuk sektor usaha kecil dan menengah (UKM) dan LPEI menganggarkan alokasi Rp 1,6 triliun untuk penjaminan dan asuransi risiko sebesar Rp 200 miliar.

Ia menambahkan pada tahun ini LPEI mendapatkan permohonan pembiayaan bagi perusahaan-perusahaan konstruksi lokal yang akan melakukan investasi ke Timur Tengah seperti Dubai, Arab Saudi, Libya dan Aljazair yang jumlahnya mencapai US$ 50-100 juta untuk beberapa BUMN dan swasta.
Sumber: Antara

Artikel Menarik Lainnya:

BPOM: Produk Makanan Terdaftar tak Bermelamin @ Mesin Kasir
Nama Yang Baru Untuk McDonald's Yaitu ToniJack's
Pertumbuhan Penjualan Indomaret Dipatok Naik 30 Persen
Optimizer Untuk Setting OPTIMUS SP5500

Leave a Comment