KADIN Memprediksi Waralaba Berkembang dampak ACFTA, Benarkah?
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memperkirakan gerai ritel waralaba akan berkembang lebih pesat karena melimpahnya produk impor yang merangsang minat belanja konsumen, menyusul diterapkannya perdagangan bebas Asean-China (ACFTA) sejak awal tahun ini.

Benarkah waralaba akan maju dampak dari ACFTA?
Wakil Ketua Komisi Tetap Waralaba dan Lisensi Kadin Indonesia Burang Riyadi memprediksikan pertumbuhan gerai ritel waralaba akan meningkat 50% dibandingkan dengan tahun lalu, karena makin banyaknya produk murah asal China.
“Masyarakat syok melihat barang baru yang bagus dan murah, serta memaksakan untuk membeli,” kata Burang hari ini.
Ritel furnitur, pakaian, aksesori dan produk kebutuhan sehari-hari (consumer goods) diduga akan tumbuh lebih pesat. “Minat belanja itu akan memacu pertumbuhan gerai furnitur yang biasanya bertambah 10 toko setiap tahun menjadi 15 toko, karena produknya menjadi lebih laris dengan makin banyaknya variasi di dalam gerai.”
Burang mengatakan dengan perdagangan bebas Asean-China menyebabkan produk impor lebih mudah masuk sehingga gerai yang sebelumya 80% dipasok dari lokal mengurangi dan menggantinya dengan produk impor.
Kadin Indonesia mengharapkan fenomena ini tidak menyebabkan Indonesia akhirnya terjebak menjadi pasar produk impor. Oleh karena itu, lanjutnya, produk lokal juga harus inovatif dan kreatif serta berwawasan pasar global.
Sumber: Bisnis Indonesia

Waralaba tuh apaan…
Temanya Laba-laba yah ?