
Logo Sucofindo
PT Superintending Company of Indonesia (Sucofindo) akan menyelenggarakan pemeringkatan dan sertifikasi bagi lembaga keuangan mikro untuk mendorong pertumbuhan aliran dana dari perbankan lebih besar dengan suku bunga yang lebih rendah.
Direktur Utama Sucofindo Arief Safari mengatakan dalam pemeringkatan itu perseroan menjadi pihak ketiga yang indenpenden untuk melakukan penilaian terhadap lembaga keuangan mikro yang diperlukan oleh dunia perbankan.
Tujuannya, katanya, untuk memudahkan upaya peningkatan dan percepatan penyaluran kredit bagi usaha mikro melalui lembaga keuangan tersebut.
“Hasil penilaian Sucofindo, lembaga keuangan mikro akan lebih mudah dalam meningkatkan jangkauan pelayanan dan operasionalnya dengan mengembangkan kepasitas SDM yang memenuhi standar keahlian,” ujarnya dalam Business Launching Pemeringkatan LKM Sucofindo, hari ini.
Arief memaparkan pemeringkatan akan dilakukan atas lembaga keuangan mikro yang berbadan hukum, seperti bank perkreditan rakyat (BPR) dan BPR syariah, koperasi simpan pinjam dan unitnya, serta koperasi jasa keuangan syariah dan unitnya. Pemberian rating dan sertifikasi berdasarkan standar dan ketentuan yang berlaku pada komunitas lembaga keuangan itu.
Menurut dia, pemeringkatan itu merupakan jembatan untuk memperoleh akses linkage perbankan.
“Kalau harga [pemeringakatan dan sertifikasi] pasti bersaing dari lembaga pemeringkat yang ada. Namun, ini bukan hanya linkage, akan diupayakan bisa juga mengakses dana CSR dari BUMN dimungkinkan untuk membantu agar kredit itu bisa dikucurkan ke lembaga keuangan mikro.”
Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir bagi Koperasi dan UMKM Fajar Sofyar mengatakan pihaknya memiliki target dana linkage tahun ini mencapai Rp1,2 triliun yang akan dikucurkan melalui lembaga keuangan mikro di 22 provinsi.
Dia menyatakan persyaratan untuk mengakses dana itu akan lebih mudah bagi lembaga keuangan mikro yang telah disertifikasi yang diprioritaskan untuk koperasi yang masih berkembang.
“Beberapa persyaratan utama seperti neraca 2 tahun harus positif, lalau akan dilihat tingkat efisiensinya, dan kalau ada pemeringkatan bisa dikasih bunga lebih murah mencapai 9,5%,” kata Fajar.
Deputi Direktur Direktorat Kredit, UMKM dan BPR Chairil Anwar mengatakan berdasarkan data badan pusat statistic saat ini pelaku usaha mikro mencapai 51 juta, dan yang dibiayai perbankan baru 15%, sedangkan BPR baru memberikan kredit hanya 4% nya.
“Saat ini porsi pembiayaan mikro masih 96% dikuasai oleh bank umum, dan ketika BI mengadakan perhitungan kemampuan BPR dan lembaga keuangan mikro untuk menggarap pasar UMKM lebih besar ternyata BPR sendiri belum mampu.”
Untuk itu, lanjutnya, BI membuka bagi bank umum untuk masuk ke pasar mikro dan berkembanglah unit bisnis mikro, sedangkan untuk mengatur persaingan bank umum diarahkan pada pasar yang belum tergarap oleh BPR dan LKM tersebut. Selain itu, bank umum juga didorong untuk memperbesar kredit mikro melalui linkage. (sumber : bisnis.com)




April 30th, 2010
mesin kasir
Posted in Uncategorized
Tags: 
yth. mohon bantuan pembinaan teknis dan biaya