Pengembangan Waralaba Bagi UKM Dinilai Sangat Prospektif
Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) menilai sektor usaha kecil dan menengah (UKM) masih sangat prospektif untuk dikembangkan. Menurut mereka, konsep yang sangat sesuai untuk mengembangkan bisnis di sektor tersebut adalah sistem waralaba.

Waralaba UKM dinilai potensial untuk berkembang
Ketua AFI Anang Sukandar mengatakan, daerah memiliki potensi bisnis lokal yang sangat bisa dikembangkan. Sebab, sektor UKM berpeluang memunculkan usaha unggulan. Dia mencontohkan peluang bisnis yang kebanyakan digarap di tanah air, yakni makanan etnik atau specific food. “Yang jadi persoalan, besarnya potensi itu tidak diikuti dengan upaya mengemas yang baik secara bisnis. Negara kita penghasil ikan tuna. Tapi, penguasa pasar ikan kaleng malah Thailand,” ucapnya.
Menurut dia, upaya untuk memacu pertumbuhan bisnis franchise memerlukan dukungan perbankan untuk pembiayaan. Di Malaysia, pemerintah memberlakukan suku bunga yang berbeda untuk kredit usaha, yakni 50 persen lebih rendah daripada suku bunga kredit umum. “Jadi, kami berharap pemerintah bisa menerapkan kebijakan yang sama,” papar dia.
Dia menyebutkan, idealnya suku bunga perbankan untuk wirausaha dipatok 6 persen per tahun. Dia yakin bahwa kredit bunga ringan bisa mendorong minat UKM untuk membuka usaha franchise di daerah. “Potensi market di Indonesia sangat besar. Jumlah penduduk Indonesia 240 juta,” urainya.
Saat ini di Indonesia terdapat 1.100 franchise. Sebesar 90 persen di antaranya berupa business opportunity (BO) atau tahap sebelum menjadi waralaba. Sementara itu, franchise asing sebanyak 260. “Diperkirakan pertumbuhan signifikan bakal terjadi untuk model BO dengan estimasi 12-13 persen. Sedangkan pertumbuhan untuk konsep franchise murni diperkirakan 2-3 persen saja,” ungkap dia.
Secara terpisah, Kosim Haryono selaku pemimpin BNI wilayah VI Surabaya menyatakan telah memberikan kemudahan kredit bagi wirausaha lewat program BNI Wirausaha. Dia menjanjikan, suku bunga kredit untuk kepentingan tersebut lebih rendah daripada kredit umum.
“Memang belum ada plafon khusus wirausaha yang memakai konsep franchise. Tetapi, ke depan kami juga melayani,” ucapnya. Disebutkan, pengajuan kredit yang diterima mulai dari Rp 50 juta dengan tenor sampai lima tahun.
Sumber: JawaPos

Penghasilan di dapat dari jual beli valuta asing(forex).bagi hasilakan di bagi rata kesemua member 4x tiap bulanya.(semua pastidapat).tugas kita hanya duduk manis bersama keluarg…a,dan selanjutnyabiarkan uang yang bekerja untuk kita.info lebih lanjut klik http://tinyurl.com/ycuy3gt
q jg pelaku UMKM agro