Peritel Modern BerLomba Naikkan Pasokan Sampai 50% Dengan Last Bite

pasokan barang naik 50 %

pasokan barang naik 50 %

Asosiasi Pengusaha Pemasok Pasar Modern Indonesia (AP3MI) mengatakan saat ini kalangan peritel modern melakukan permintaan barang dari pemasok 50% lebih tinggi dari biasanya, untuk memanfaatkan order pembelian terakhir dengan harga lama (last bite) yang diberikan kalangan pemasok.

Ketua Umum AP3MI Susanto mengatakan antisipasi menyetok barang lebih tinggi dari kalangan peritel modern tersebut, menyusul sejumlah pemasok yang sudah memberi informasi bakal ada kenaikan harga barang 5%-10% pada pertengahan Juli 2010, menyusul penerapan kenaikan tarif dasar listik (TDL) mulai 1 Juli.

“Kalau mau naik harga, [peritel modern] pasti dikasih last bite [oleh pemasok],” katanya hari ini.

Permintaan barang yang meningkat menjelang terjadinya rencana kenaikan harga dari kalangan pemasok tersebut, tambahnya, juga dipicu dengan makin mendekatnya bulan puasa dan Lebaran tahun ini.

Sehingga sekarang ini sudah terjadi antrean truk pengangkut barang milik pemasok di gudang sejumlah toko modern. Bahkan, di antaranya ada mobil antaran yang sampai menginap karena panjangnya antrean tersebut.

Biasanya, ujarnya, menjelang Lebaran kalangan peritel modern memanfaatkan momen tersebut untuk saling berkompetisi, antara lain dengan menawarkan harga jual produk yang lebih bersaing dari rivalnya. Hal sama diperkirakan juga akan dilakukan pasca-TDL naik.

Dengan tersedianya stok barang yang mencukupi, yang dibeli dengan harga lama dari order last bite, peritel modern bisa mempertahankan harga jual produk tersebut dan memikat konsumen untuk berbelanja di gerai mereka. “Hal ini juga untuk mengerem inflasi,” kata Susanto.

Dia mengatakan biasanya kalangan pemasok memberikan toleransi menjual dengan harga lama untuk order dari peritel maksimal satu minggu sebelum penetapan kenaikan harga barang. Namun, pemasok tidak menjamin permintaan kenaikan order barang yang dibutuhkan peritel modern semua bisa dipenuhi.

Susanto memperkirakan untuk peritel modern skala besar, setidaknya akan mampu mempertahankan harga jual dalam waktu 1 bulan. Hal itu mengingat persediaan barang di gudang yang dibeli dengan harga lama dari pemasok cukup tersedia di gudang.

Sementara bagi yang tidak mampu menyetok jumlah besar, diperkirakan harga jual mereka yang baru akan dimulai pada pertengahan Juli. (sumber : bisnis.com)

Artikel Menarik Lainnya:

Pameran Bisnis Waralaba Ramai Pengunjung
Hatta Rajasa Berjanji Akan Gerakan Ekonomi Sektor Riil, Kita Nantikan
Pemakaian Kantong Plastik (Kresek) Tidak Ramah Lingkungan di Ritel Akan Semakin Berkurang
Bisnis Makanan

Leave a Comment