Akuisisi Makro Oleh Lottemart Membuat Persaingan di Bisnis Ritel Semakin Ketat

Senior Manager Retail Cushman & Wakefield Soany Gunawan mengatakan akuisisi Makro oleh Lottemart Wholesale dan pembelian 40% saham Carrefour beberapa waktu lalu akan menjadikan kompetisi ritel semakin ketat.

Lottemart menyemarakan bisnis ritel atau membuat semakin terhimpitnya ritel kecil?

Lottemart menyemarakan bisnis ritel atau membuat semakin terhimpitnya ritel kecil?

“Dalam dua tahun ke depan persaingan di bisnis ritel semakin ketat karena pengaruh perubahan kepemilikan di kedua hipermarket [Carrefour dan Lottemart],” katanya, hari ini.

Lottemart, lanjutnya ke depan akan merambah ke pusat belanja seperti halnya ritel lainnya untuk membuka gerai, yang mana saat ini Lottemart masih menempati outlet sendiri.

Kepala Riset Chusman & Wakefield Arief Rahardjo menambahkan untuk lokasi pusat belanja yang dilirik tenant mulai bergerak ke arah pusat belanja di luar pusat bisnis (CBD) dan pusat belanja klasik [Mangga Dua].

“Tidak hanya fokus di pusat kawasan bisnis dan pusat perbelanjaan klasik,” katanya, hari ini.

Sementara untuk sewa ruang di pusat perbelanjaan pada kuartal II/2010 sebesar Rp597.000 per meter persegi per bulan, atau mengalami kenaikan 1,8% dari kuartal sebelumnya.

Artikel Menarik Lainnya:

Bendera Putih dari Makro Indonesia @ mesinkasir
Peritel Nasional Hypermart Berambisi Menjadi Pemimpin Pasar di Sektor Food Retail
Tak Puas 40%, Para Group "Chairul Tanjung" Ingin 100% Kuasai Carrefour
Bangga! Indonesia Pasar Obat Terbesar Asia Tenggara

Leave a Comment