Pengusaha Ritel Dituduh Manfaatkan Puasa Lebaran Untuk Naikan Harga
Kamar Dagang dan Industri DKI Jakarta (Kadin Jaya) menilai kenaikan harga barang kebutuhan pokok sepanjang bulan puasa hingga mendekati Lebaran, karena perilaku peritel dan pemasok untuk mencari keuntungan besar permintaan pasar meningkat. Ketua Umum Kadin Jaya Eddy Kuntadi mengatakan peritel dan pemasok itu cenderung melihat kesempatan menyambut Lebaran atau Tahun Baru sebagai kesempatan untuk sekali-kali mencari keuntungan lebih.

Lebaran Promo
“Sikap mental mereka itu untuk melihat momen Lebaran atau Tahun Baru yang dianggup sebagai momen untuk sekali-kali mencari keuntungan lebih atau saatnya panen. Sikap mental itu harus dihilangkan,” katanya menjawab Bisnis hari ini. Dia mengatakan sikap mental pengusaha ritel dan pemasok yang cenderung memanfaatkan momentum Lebaran untuk mencari keuntungan lebih itu merupakan persoalan serius yang harus dihadapi oleh pemerintah.
Untuk itu, lanjutnya, pemerintah perlu menjamin ketersediaan pasokan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan permintaan pasar sehingga harganya dapat stabil pada angka yang tidak memberatkan warga. Menurut Eddy kenaikan harga barang kebutuhan pokok yang terjadi sepanjang bulan puasa Ramadan dan menjelang Lebaran itu terkait erat dengan bagaimana kondisi persediaan dan kebutuhan komoditas tersebut di pasar.
“Kenaikan harga tersebut terkait dengan hukum supply and demand, jika stoknya banyak untuk memenuhi permintaan pasar maka harga akan menjadi stabil,” katanya. Sebelumnya Gubernur DKI Fauzi Bowo menegaskan pemprov berusaha mematok kenaikan harga bahan kebutuhan pokok sepanjan Ramadan sebesar 5%–10% untuk meringankan beban masyarakat saat berbelanja kebutuhan berpuasa.
Sumber: Bisnis.com
