Pemerintah Serukan Peritel Nasional Ikut Jejak Carrefour
Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan meminta seluruh perusahaan ritel nasional berpartisipasi dalam mengembangkan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) mengikuti jejak Carrefour yang telah berkomitmen melakukan pembinaan dan memasarkan produk sektor riil.

”Jika seluruh perusahaan ritel di Indonesia memiliki komitmen pemberdayaan terhadap sektor riil, sistem perekonomian Indonesia akan semakin kuat,” kata Sjarifuddin Hasan seusai membuka Halal Fair Pasar Raya Ramadhan dan Bazar Rakyat di halaman Carrefour Kiara Condong, Bandung, hari ini.
Perusahaan ritel dari Prancis yang telah diakuisisi pengusaha nasional Chairul Tanjung tersebut diketahui telah melakukan pembinaan dan fasilitasi terhadap pelaku usaha mikro dan kecil (UMK), termasuk pembiayaan bagi UMK yang telah menjadi mitranya sebagai pemasok.
Menurut Menkop, sesuai kesepakatan kerja sama (MoU) antara pemerintah dengan perusahaan ritel itu, disediakan fasilitasi pemasaran produk di sejumlah gerai Carrefour melalui program Pojok Rakyat. Agenda ini dijalankan secara permanen, dan hingga saat ini sudah masuk ke 10 dari 82 gerai Carrefour.
“Perusahaan itu juga bertanggungjawab atas peningkatan kapasitas UMK melalui pelatihan-pelatihan yang dilaksanakan secara berkala. Sisi positif dari fasilitasi pada Pojok Rakyat tersebut adalah memberikan peluang kepada UMK untuk menjadi pemasok tetap,” ujarnya.
Yang paling menguntungkan dalam kerja sama itu adalah pemasok UMK mendapat hak istimewa, karena sistem pembayaran tidak lagi menggunakan pola lama yang ditentukan hingga tiga pekan sampai sebulan.
“Saya sudah mendapat informasi dari manajemen Carrefour bahwa setiap transaksi dengan UMK mereka bayar cash di depan. Jika UMK mereka masih perlu pembiayaan, bahkan bisa mengajukan bantuan permodalan. Jadi, perusahaan ini benar-benar berpihak kepada sektor riil,” ungkap Sjarifuddin.
Meski demikian, dia mengingatkan agar UMK yang sudah menjadi mitra Carrefour namun belum menjadi pemasok, tetap mengedepankan inovasi dan kreatifitas dalam menghasilkan komoditasnya. Dengan demikian, bisa ditarik menjadi pemasok tetap peritel asing itu sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.
Pada kesempatan sama, Komisaris PT Carrefour Indonesia Chairul Tanjung menjelaskan pihaknya memang mengalokasikan dana perkuatan permodalan usaha bagi pelaku usaha UMKM. Namun, menurut dia, hanya terbatas pada pelaku usaha mikro saja yang memang memerlukan pembiayaan untuk meningkatkan kapasitas usahanya.
”Kalau kami juga melayani seluruh pelaku usaha yang belum menjalin kemitraan, kapasitas perusahaan ini tidak akan bisa melayaninya. Jadi, penyediaan modal kerja hanya kami sediakan bagi usaha mikro dan kecil yang telah masuk dalam program Pojok Rakyat,” ungkap Chairul Tanjung. Sumber: Bisnis.com

inovasi yang sangat luar biasa, suksess terus !!