Peritel Nasional Hypermart Berambisi Menjadi Pemimpin Pasar di Sektor Food Retail

Hypermart merupakan salah satu unit bisnis PT Matahari Putra Prima Tbk (Matahari) di bidang food retail di bawah bendera Matahari Food Business (MFB). Direktur Komunikasi Korporat Matahari Danny Konjongian mengatakan, target itu dapat ditempuh dengan sejumlah ekspansi gerai dan menggenjot kinerja penjualan.
Komputer Kasir
“Saat ini, posisi Hypermart masih menempati peringkat kedua dengan pangsa pasar skeitar 25%. Ke depan, Matahari fokus dengan food retail. Saat ini, 91% kontribusi MFB berasal dari Hypermart. Kami akan menggenjot ekspansi setidaknya 10 gerai baru per tahun. Dengan dukungan infrastruktur bisnis yang kami miliki selama ini, termasuk laporan keuangan yang baik, neraca sehat, serta likuiditas tinggi, itu menjadi modal untuk berkembang pesat dan menyampai posisi pemimpin pasar saat ini,” kata Danny di sela-sela buka puasa bersama media di Jakarta, Jumat malam (27/8).

Dia mengungkapkan, Matahari memproyeksikan penjualan Hypermart diharapkan mampu mencapai Rp 20 triliun pada 2014. “Food retail itu merupakan sektor yang defensif. Artinya, orang akan selalu mengutamakan berbelanja produk pangan. Saat sukacita, pesta, dan hari raya, orang-orang pasti membeli makanan. Ketika perekonomian krisis, orang bisa tidak membeli produk lain, tapi tetap mengonsumsi pangan. Hal ini tentu saja menjadi kunci pertumbuhan. Di sisi lain, kami tetap menggiatkan program-program CSR,” ujar Danny.

Danny menambahkan, persaingan di sektor ritel pangan akan lebih ketat. Pasalnya, pemain baru, Lotte Mart mulai beroperasi. “Menaikkan pangsa pasar sekitar 1% itu pasti akan ketat,” jelas Danny. Sementara itu, dia optimistis, penjualan selama Ramadan 2010 mampu bertumbuh sekitar 15-20% dibandingkan bulan reguler. Kondisi tahun 2010 yang positif, kata dia, mendukung kinerja penjualan.

“Untuk kuartal ketiga 2010, kami berharap penjualan Hypermart bisa tumbuh 10-15% dibandingkan periode sama 2009. Pertumbuhan marjin sekitar 20%,” kata Danny. Danny menegaskan, Hypermart tidak akan mengubah porsi produk dari saat ini, yakni sekitar 64% oleh produk-produk grocery (produk konsumsi pangan), produk segar (sayur dan daging) sekitar 20%, dan sisanya untuk nonpangan, seperti elektronik dan garmen. Sumber: Investor Daily

Artikel Menarik Lainnya:

Tes cash drawer serial dari windows @ mesin kasir
Waralaba layak cermati pemasaran online @ mesinkasir
UKM Butuh Perhatian Lebih
Terbaru! Alfamart Sediakan Fasilitas Info Lowongan Kerja

Leave a Comment