Bisnis Supermarket Semakin Terhimpit Oleh Hipermarket

Managing Partner G&P Retail Consulting Chrsitian F. Guswai mengatakan posisi saing supermarket masih akan tetap tertekan oleh ekspansi hipermarket, karena kedua format tersebut membidik target pasar yang sama. Guswai mengatakan supermarket dan hipermarket sama-sama membidik konsumen yang mendatangi gerai untuk berbelanja keperluan sehari-hari untuk stok selama satu minggu dan belanja bulanan. “Format ritel paling tertekan dengan keberadaan hipermarket adalah supermarket,” kata Guswai ketika dihubungi lewat telepon genggamnya hari ini.

Tumbuhnya hipermarket semkin menekan posisis supermarket yang ada

Tumbuhnya hipermarket semkin menekan posisis supermarket yang ada

Dengan membidik konsumen yang sama, jelasnya, konsumen akan lebih melirik hipermarket yang skala gerainya lebih luas dan ketersediaan barang dan jenisnya juga lebih besar pilihannya. Pemerintah sendiri menetapkan supermarket adalah gerai modern dengan luas 400 m2-5000 m2 dan hipermarket di atas 5.000 m2.

Berdasarkan posisi tersebut, Guswai mengatakan keputusan PT Sigmantara Alfindo untuk melepas seluruh kepemilikannya di PT Alfa Retailindo Tbk yang mengoperasikan format bisnis supermarket kepada Carrefour, yang merupakan merek asal Prancis, kemungkinan juga atas pertimbangan bisnis.

Artikel Menarik Lainnya:

Saham Bambang Rachmadi di McD Tinggal 10 Persen
Video Bom Marriott dan Ritz Carlton Mega Kuningan
Waralaba Indonesia Laris Manis di Malaysia
Cybercrime (Kejahatan Internet) Tumbuh Pesat Seiring Pertumbuhan Usaha

Leave a Comment