Frontier menilai pemain ritel lokal mesti memperkuat daya saingnya menahan gempuran pelaku eceran asing, menyusul fenomena industri ritel modern yang saat ini berusaha menjadi pemain kelas dunia untuk mencapai skala ekonomi yang paling menguntungkan. Chairman Frontier Consulting Group Handi Irawan D. mengatakan saat ini peritel yang sudah dan tengah berupaya menjadi pemain global menyasar pasar Asia yang belum didominasi oleh toko modern, dan transaksi kebutuhan sehar- hari masih disumbang lebih banyak dari pasar dan toko tradisional seperti halnya Indonesia.
Ads Sense:
Komputer Kasir Scanlogic Barcode Mini Printer Epson
“Kami berharap pemain lokal [mampu bertahan menghadapi] pemain [ritel modern] kelas dunia yang sangat kompetitif. Pemain ritel modern] lokal saya nilai masih cukup kuat [untuk bersaing dengan asing] ,” kata Handi ketika dihubungi lewat telepon genggamnya hari ini. Dia mengatakan peritel modern selalu berupaya untuk menjadi pemain global karena didesak beberapa alasan.
Pertama, keuntungan yang dihasilkan dari setiap penjualan produk di ritel kecil, sehingga pelaku usahanya berupaya melakukan kompetisi dengan membeli jumlah banyak dari kalangan industri. Dengan jumlah pembelian yang besar tersebut diharapkan harga yang diperoleh dari kalangan industri menjadi lebih rendah dan ritel bisa menjadi lebih kompetitif. “Untuk mencapai skala ekonominya, maka dinilai ekspansi di satu negara saja tidak cukup.”
Kedua, ritel harus mengglobal untuk menjalin kemitraan dengan industri skala dunia yang produknya menguasai pasar eceran. Dengan kemampuannya menggaet mitra industri global, maka di mana pun toko buka akan selalu mendapat dukungan dari pemasok.
Ketiga, dengan mengglobal peritel bisa melakukan komunikasi merek gerainya dengan menjadi lebih efisien. Dengan satu cara komunikasi yang disebar ke sejumlah negara, akan menjadikan satu ritel modern skala dunia bisa dikenal di sejumlah penjuru.
Keempat, dengan menjadi pemain ritel skala dunia akan mengerek reputasi pelaku bisnis eceran bersangkutan menjadi lebih baik di kalangan konsumen. “Lagipula untuk merek ritel modern [ di sejumlah kawasan] juga sudah jenuh [sehingga perlu ekspansi di luar negaranya] . Toko modern di negara maju sudah menguasai pangsa pasar 70%-80%. Sebaliknya terjadi di Asia, seperti halnya Indonesia pangsa pasar toko modern menguasai 40% dari total omzet di dalam negeri,” kata Handi.




September 7th, 2010
mesin kasir
Posted in Uncategorized
Tags: 
Terima kasih infonya… artikelnya membawa pencerahan
tapi bagi sy prakteknya tetap ga mudah
Selamat Idul Fitri,
Maaf lahir batin ya..!
Salam kenal & SUkses