Ekspansi Usaha, Alfamidi Jual 15 Persen Sahamnya di Bursa

PT Midi Utama Indonesia Tbk, yang merupakan pemilik Alfamidi dan Alfa Express akan mencatatkan 15% sahamnya ke lantai bursa pada 26 November. Dana hasil penjualan saham itu akan digunakan untuk pengembangan gerai-gerai Alfa di berbagai wilayah. Dalam prospektus yang dipublikasikan, Jumat (29/10/2010), Midi Utama akan melepas 432.353.000 lembar saham biasa atau setara dengan 15% dari modal ditempatkan dan disetor penuh yang dikeluarkan dari portepel perseroan dengan nominal Rp 100.

Perseroan berharap bisa mendapatkan pernyataan efektif pada 15 November 2010 dengan masa penawaran pada 18-22 November 2010. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah PT Indo Premier Securities. Perseroan berniat menggunakan 10% dana hasil IPO untuk membiayai pengembangan Distribution Center (DC) atau gerai dan peralatannya di Serpong dan Bekasi dan sisanya untuk membiaya sebagian pembangunan DC di Makassar. DC ini akan menjadi pusat distribusi bagi gerai-gerai perseroan.

Alfamidi gencar ekspansi

Alfamidi gencar ekspansi

Sementara 90% dana hasil IPO akan digunakan untuk pengembangan gerai di Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Makassar, dan wilayah lainnya antara lain untuk sewa tempat, renovasi dan peralatan gerai.  Sebelum IPO, komposisi kepemilikan saham adalah: PT Amanda Cipta Persadar (84,5%), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (15%), Ruliyanto (0,5%). Setelah IPO, komposisi kepemilikan saham adalah PT Amanda Cipta Persada (71,825%), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (12,750%), Ruliyanti (0,425%) dan publik (15%).

Hingga Juni 2010, Midi Utama berhasil memperoleh laba Rp 3,279 miliar. Angka ini tumbuh dibandingkan laba perseroan hingga Desember 2009 yang mencapai Rp 3,299 miliar. Untuk rasio laba usaha/penjualan bersih sebesar 1,37% dan laba bersih/penjualan bersih sebesar 0,52%.

Midi Utama dalam prospektus itu menjelaskan, industri ritel merupakan industri yang strategis bagi perkembangan ekonomi dan salah satu yang mehyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Faktor penyebab tingginya industri ritel ini disebabkan karena jumlah penduduk yang besar, daya beli yang meningkat dan perubahan pola belanja pelanggan yang mengutamakan kecepatan dan kenyananan. Midi Utama saat ini tercatat memiliki 154 gerai Alfamidi dan 57 gerai Alfaexpress termasuk 2 gerai Alfaexpress waralaba.

Artikel Menarik Lainnya:

Waralaba layak cermati pemasaran online @ mesinkasir
Peritel Amerika Ramalkan Belanja Konsumen Masih Lesu
Omset Jakarta Great Sale Sudah Tembut Diatas Rp 7 Triliun Rupiah
Cara Setting Awal Initial ECR Sharp XE-A203

1 Comment

  1. smoga industri ritel bisa menanggani kondisi ekonomi

Leave a Comment