Alfamart VS Indomart Bertarung, Kios Kecil Korbannya
Alfamart dan Indomaret, siapa tak kenal? Dua perusahaan minimarket yang tiga tahun belakangan ini gencar melakukan ekspansi bisnisnya hingga ke desa-desa. Keduanya bersaing ketat mendirikan gerai-gerai baru. Di mana ada Alfamart, hampir bisa dipastikan Indomaret berdiri tak jauh darinya. Bahkan ada gerai Alfamart dan Indomaret berdiri berhadapan, face to face. Hanya dipisahkan oleh seruas jalan.
Kehadiran gerai-gerai tersebut tentu membawa dampak bagi masyarakat sekitarnya. Persaingan yang seakan membabi buta dari perusahaan minimarket dikeluhkan oleh para pemilik warung dan kios-kios kecil yang eksistensinya mulai terancam. Pendapatan mereka menurun drastis. Beberapa pemilik warung bahkan telah menutup usahanya karena tak mampu bertahan menghadapi panasnya persaingan.
Masyarakat memang lebih senang berbelanja di minimarket daripada di warung-warung konvensional. Alasan utamanya tentu saja faktor kenyamanan dan kepraktisan. Jika berbelanja di warung, kadang konsumen tak segera mendapatkan pelayanan. Sering konsumen harus menunggu pemilik warung yang sedang mengerjakan pekerjaan lain. Di minimarket, hal seperti itu tak akan terjadi. Konsumen bebas melayani diri sendiri. Mengambil sendiri barang yang dikehendaki, lalu membayar di kasir. Jika tak membawa uang tunai, pembayaran dapat dilakukan dengan kartu debit. Tersedia juga fasilitas penarikan uang tunai untuk pengguna kartu ATM dari bank tertentu. Cepat dan praktis.
Cepat atau lambat, keadaan ini akan mematikan usaha warung dan kios-kios kecil milik masyarakat di sekitar lokasi minimarket. Diperlukan adanya regulasi yang mengatur minimarket-minimarket tersebut agar keberadaanya tak menjadi ancaman bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari warung dan kios kecil. (Sumber)
