Perketat Keamanan Minimarket Tetap Perlu Dilakukan

Pernah dengar ungkapan ini, seketat apapun peraturan dan keamanan, pasti punya kelemahan dan masih tetap pintar pencurinya. Sebaiknya kita tidak usah menghiraukan pernyataan itu, karena meskipun itu benar, yang penting kita sudah berusaha semaksimal mungkin mengamankan aset kita. Selalu meningkatkan kewaspadaan adalah kunci utamanya untuk mendukung sistem keamanan apapun yang kita terapkan. Banyak sekali cara dan trik yang dapat kita lakukan untuk menghadapi teror tamu tak diundang itu. Apapun itu, jika anda anggap perlu, lakukan saja.

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengimbau pemilik minimarket mengutamakan aspek keamanan di atas perhitungan untung-rugi bisnis dengan memiliki kamera CCTV. »Karena kami melihat grafik perampokan ini meningkat signifikan,” kata Wakil Sekretaris Jenderal Aprindo Satria Hamid saat dihubungi Tempo, Selasa, 10 Januari 2012 sore.

Satria mengatakan ada beberapa hal yang bisa dilakukan pengelola minimarket untuk mengamankan tokonya dari aksi kejahatan. Di antaranya mempekerjakan satuan petugas pengamanan (satpam). Apalagi minimarket yang buka 24 jam. Karena tidak mungkin pegawai kita mengawasi selama 24 jam penuh, pastinya mereka lebih terfokus pada pekerjaan mereka masing-masing.

Selain satpam, pengelola minimarket juga mesti memasang kamera CCTV. Menurut Satria, kamera CCTV ini perangkat keamanan standar yang seharusnya dipasang di setiap toko. Pengelola minimarket mesti berani investasi untuk mengutamakan keamanan. »Kamera CCTV itu harus ada,” kata Satria.

Selain itu, minimarket sebaiknya melengkapi tokonya dengan cermin reflektor(cermin yang umumnya dipasang di sudut dinding dan atap agar penjaga bisa mengamati aktivitas di dalam toko). Itu juga berguna untuk memantau pengutil,” kata Satria.

Aksi perampokan minimarket 24 jam belakangan marak terjadi di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Dalam sepekan terakhir saja setidaknya sudah ada lima minimarket yang disatroni perampok. Satria menilai minimarket jadi sasaran empuk perampok lantaran letak toko umumnya berada di tengah-tengah masyarakat. »Siapa saja bisa keluar-masuk dengan mudah,” katanya.

Saking maraknya, Kepolisian Daerah Metro Jaya sampai-sampai mengimbau pengelola minimarket membekali penjaga toko dengan air soft gun. Soal saran Polda, Satria berujar itu tergantung penilaian pengelola toko. Jika merasa perlu pengamanan ekstra ketat, bisa menggunakan,” kata Satria.
sumber

Artikel Menarik Lainnya:

Generasi Terbaru (Barcode Terminal) PDT Berbasis PDA
Tahun Lalu Omzet Ritel Rp 9,4 Triliun
Panduan Laptop Untuk POS
Nama Yang Baru Untuk McDonald's Yaitu ToniJack's

Leave a Comment