Odd Price (Harga Ganjil) Dalam Dunia Ritel

price tag

Mengisi waktu akhir pekan dengan jalan – jalan di supermarket, toserba, hypermart, departement store dan yang sejenisnya sudah sering kita lakukan. Pernahkah kita cermat untuk melihat model harga disana dengan harga yang aneh. Mengapa aneh ? Karena harga yang ditawarkan oleh ritel modern menggunakan harga ganjil yang secara umum angka-angka tersebut sering kita abaikan. Misalnya harga sebuah sabun mandi Rp. 2.997 atau harga sebuah sebuah snack Rp 4.995 dan sebagainya.

Penetapan harga yang berakhiran ganjil seperti model di atas dalam dunia pemasaran diistilahkan dengan odd prices atau magic prices. Menurut sejarahnya, odd price pada awalnya digunakan oleh ritel di Amerika Serikat yang bertujuan untuk mengurangi ketidakjujuran para kasir. Penetapan odd prices ini membawa sebuah konsekuensi bagi para kasir untuk mengembalikan uang kembalian kepada pembeli. Di samping itu dengan odd prices diharapkan pembeli akan tertarik, kesan harga lebih murah menjadi daya tarik sendiri bagi si pembeli.

Penetapan harga suatu produk dari sebuah perusahaan adalah suatu hal yang sangat mendasar karena secara langsung berpengaruh terhadap permintaan konsumen dan keuntungan perusahan. Odd price adalah salah satu cara perusahaan untuk meningkatkan volume penjualan produknya. Maka tak heran jika odd prices ini telah diaplikasikan di ritel-ritel yang ada di negara kita baik badan usaha yang merupakan kepemilikan asing atau kepemilikan badan swasta nasional. Bahkan ritel-ritel kecil seperti minimarket-minimarket pun telah menggunakan pola penetapan harga tersebut. Pertanyaan yang muncul sekarang adalah apakah betul-betul odd prices itu menguntungkan bagi konsumen ?

Jika kita cermati dengan seksama, maka ada hal yang dapat kita pertimbangkan. Misalnya kita membeli sebuah produk berharga Rp. 1.995, uang yang kita serahkan kepada kasir adalah Rp. 2.000,-. Apakah kita akan menerima kembalian dari kasir ? Jika itu berlaku di Amerika dengan dollarnya, jelas pengembalian dapat dilakukan. Namun di negara kita, mungkinkah kita akan meminta kembalian sebesar Rp. 5,-.Jangankan Rp. 5, terkadang Rp.100,- pun kasir enggan memberikan kembalian atau kita sendiri berlagak tak mau menerima pengembalian uang. Jadi apakah konsumen diuntungkan dengan model odd price semacam itu, anda sudah dapat menyimpulkan sendiri. Lebih bijak membelanjakan uang kita menjadi tuntutan di era ritel modern dewasa ini. Sumber

Artikel Menarik Lain:

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply