Wow…10.000 UKM Asuhan Semen Gresik Raup Omzet 700M!

ukm awards 2011

Disaat banyak UKM gulung tikar karena terbentur masalah modal dan masalah pangsa pasar, ada prestasi lain yang ditorehkan oleh sejumlah UKM yang berada di naungan PT Semen Gresik,Tbk. Sungguh membuat bangga, karena jika ini terus berlanjut bukan tidak mungkin perekonomian negeri ini semakin terangkat. Dan yang terpenting dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja sekaligus mengurangi angka pengangguran.

Sebanyak 10 ribu unit UKM (Usaha Kecil Menengah) binaan PT Semen Gresik Tbk (SMGR) selama tahun 2011 telah mencatat omzet Rp700 miliar dengan tingkat penyerapan tenaga kerja mencapai 20 ribu orang. UKM binaan perusahaan pelat merah itu tersebar di Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta hingga Bali.

UKM binaan terbanyak berasal dari Tuban yang mencapai 4.500 UKM dan Gresik sebanyak 3.000 UKM. PT Semen Gresik (Persero) Tbk kemarin menggelar UKM Award 2011 yang diikuti para UKM binaan PT Semen Gresik dan UKM binaan dari 21 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya. Jumlah seluruh UKM yang terseleksi sebanyak 120 UKM.

”Kegiatan ini bertujuan membantu dan mendorong pada pelaku UKM agar dapat mengembangkan usahanya,” ujar Direktur Utama PT Semen Gresik (Persero) Tbk Dwi Soetjipto usai penyerahan UKM Award Semen Gresik 2011.

Kegiatan ini bertujuan memberi penghargaan bagi UKM yang berkinerja bagus. Terdapat sejumlah kategori penilaian yang meliputi, kepatuhan pengelolaan keuangan, kepatuhan kewajiban angsuran dan kewirausahaan, kepedulian terhadap lingkungan, pertumbuhan penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan perdagangan dalam negeri dan eksport, serta wirausaha muda. Dewan juri terdiri atas perwakilan pemerintah, akademisi, media massa, dan kalangan pengusaha.

“Dengan perkembangan UKM-UKM ini, kami harapkan terjadi kompetisi sebaik mungkin,” katanya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM Choirul Djamhari mengatakan, gejolak ekonomi dunia saat ini, menjadi peluang bagi UKM untuk mengembangkan dan memperbaiki kualitas produknya.

Apalagi, jumlah UKM di Indonesia cukup besar, mencapai 53,7 juta. UKM ini bergerak dalam berbagai sektor. “UKM ini merupakan sektor penyangga perekonomian. Dengan persaingan yang makin ketat ini, kualitas produk harus ditingkatkan dan bisa berdaya saing tinggi,” pintanya.

Persoalan permodalaan saat ini masih menjadi masalah serius di UKM. Dari jutaan UKM yang ada, hanya sebagian kecil yang terakses dunia perbankan. Artinya, mayoritas masih mengandalkan modal pribadi, bukan bank. Bunga bank yang tinggi, sekitar 12 persen hingga 14 persen, menjadi hambatan pelaku UKM mengambil modal dari bank.

Sebaliknya, bunga tinggi ditetapkan oleh bank lantaran kekhawatiran kredit macet karena usaha tidakjalan. “Sekarang pemerintah mengucurkan KUR (kredit usaha rakyat) dengan kredit rendah (sekitar enam persen). Saat ini, total KUR yang kucurkan pemerintah mencapai Rp30 triliun,” paparnya. Sumber

Artikel Menarik Lain:

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply