Beranda

 

mini printer kasir murah bergaransi

Situs ini ingin memberikan informasi dan referensi bagi para pelaku usaha ritel di Indonesia untuk bisa lebih maju dan bersaing dalam kancah persaingan global ditengah merambahnya bisnis ritel raksasa asing yang masuk bukan hanya di kota besar namun juga kota kota kecil di Indonesia. Kami berharap peritel lokal bisa eksis bukan hanya di lokal areanya namun juga bisa ekspansi ke luar wilayahnya

Tentang Mesin Kasir :

Mesin Kasir (Cash Register)

Mesin Kasir/ Cash register adalah suatu peralatan mekanik maupun elektronik untuk menghitung dan mencatat transaksi penjualan yang biasanya terintegrasi secara modul dengan laci (cash drawer) untuk menyimpan sejumlah mata uang.
Cash register umumnya juga mengeluarkan hasil cetak (print) dari struk penjualan (receipt) untuk pelanggan

Generasi Pertama Mesin Kasir

Pada umumnya laci/ drawer mesin kasir atau cash register akan terbuka secara otomatis setelah ada penjualan atau transaksi kalaupun tidak yang bisa membuka hanya pengawas atau pemilik. Ini bertujuan untuk mengurangi resiko dari kehilangan dan pencurian.
Hampir semua mesin kasir memiliki tombol NS (No Sale) yang bertujuan untuk membuka laci tanpa adanya transaksi dan tombol inipun bila digunakan akan terekam dalam laporan akhir oleh pengawas atau pemilik. Ada beberapa mesin kasir yang saat ini dilengkapi sandi/ password untuk melakukan transaksi seperti NS tadi.

Beberapa fungsi lainnya dari mesin kasir/ cash register juga digunakan untuk mencatatkan komponen pajak dalam penjualan.Saat ini beberapa mesin kasir elektronik (Electronic Cash Register) bisa disambungkan dengan perangkat bantu lainnya seperti timbangan digital, barcode scanner, juga pembaca kartu kredit atau kartu debit.dan perkembangannya saat ini menagarah pada penggunaan mesin kasir yang berbasiskan komputer (PC Based Cash Register / Point of Sale POS)
Mesin kasir yang berbasiskan komputer biasanya juga dilengkapi dengan software/ piranti lunak baik yang berbasiskan sistem operasi DOS,Windows, Linux maupun Unix dimana data tersimpan dalam database baik di mesin kasir tersebut maupun di server induknya. dan umumnya banyak Mesin kasir yang berbasiskan komputer ini memiliki konfigurasi jaringan lokal (LAN)
Keunggulan Mesin kasir dibandingkan dengan sekedar software penjualan biasa adalah di sistem keamanannya karena selain dari sistem perangkatnya pun dilengkapi dengan kunci pengaman.

Beberapa merek mesin kasir meliputi CASIO, NCR, IBM, Wincor-Nixdorf, Sharp, Uniwell Toshiba TEC

Diambil dan diterjemahkan dari sumber Wikipedia, translate by Indocashregister.com

Konsultasi untuk sistem mesin kasir dan ritel serta barcode:

Manfaat Penggunaan Barcode 

 

Dalam sistem manajemen penjualan (POS), dengan menggunakan barcode kita akan mendapatkan informasi yang sangat detil dan mutakhir dari banyak aspek usaha yang kita geluti,memungkinkan kita dalam proses pengambilan keputusan dilakukan dengan percaya diri dan tepat sebagai misal:

  • proses penjualan yang cepat sehingga dapat mengidentifikasi secara cepat dan tepat serta melakukan pemesanan kembali (re-order ) barang dari supplier dengan cepat dan mampu mengimbangi tingakt permintaan barang oleh konsumen.
  • Mampu mengetahui barang yang lakunya lambat (slow moving) sehingga mencegah pemesanan barang yang tidak bergerak dan menguntungkan bagi aliran dana (cash flow) perusahaan.
  • Pergerakan penjualan produk dapat di monitor dari kecepatan perputarannya serta tingkat profitabilitasnya dan memungkinkan untuk produk tersebut mendapat ruang yang bagus untuk di pajang.
  • Catatan data penjualan secara periodik dapat digunakan untuk memprediksi loncatan penjualan musiman.
  • Informasi mengenai item produk dapat diketahui di rak bila ada harga promo maupun kenaikan harga.

Disamping penjualan dan pencatatan persediaan, sistem barcode banyak bermanfaat di bidang jasa pengiriman barang (shipping) / penerimaan barang, dan penelusuran pencatatan barang (tracking).

  • Ketika proses pengemasan dan pengepakan produk yang selesai di produksi maka akan di berikan identifikasi berupa nomer identifikasi barang tersebut.
  • Database yang ada dapat di hubungkan (link) dengan nomer identifikasi tadi sehingga memungkinkan utnuk mempermudah mendapatkan informasi tentang barang tadi baik meliputi sebagai contoh nomer order, isi, jumlah, tujuan pengiriman akhir dll
  • Informasi data tersebut dapat di padukan dengan sistem komunikasi sehingga pengolahan data secara elektonik dapat dimanfaatkan oleh riteler/ pengecer sebagai informasi untuk pemesanan barang dan kedatangan barang yang dipesan.
  • Hasil penelusuran pengiriman barang akan dapat dikirimkan pada pusat pendistribusian barang sebelum terkirim ke tujuan akhir pengiriman.
  • Ketika pengiriman sampai ke tempat akhir (tujuan) maka kode barcode tadi di scan dan kita dapat mengetahui asal pengirim isi dari kemasan tersebut, dan berapa kita harus membayar untuk biayanya.

Alasan utama dari penggunaan sistem barcode adalah mempermudah sistem kerja dan menguangi biaya karena mampu bekerja lebih efesien. Tingkat ke akurasiannya sangat luarbiasa 1/ 100,000 penginputan baru ditemui kesalahan.

Jumpa Pers Mendag, Kadin dan Aprindo


Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu bersama Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Rachmat Gobel (kanan) dan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Benjamin J Mailool (kiri), disaksikan sejumlah pengurus pasar tradisional nasional, memberikan keterangan usai memantau harga barang kebutuhan pokok jelang Natal 2008 dan Tahun Baru 2009 di Pasar Modern Muara Karang, Jakarta Utara, Selasa (23/12). Menurut sejumlah kalangan, Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 53/M-DAG/PER/12/2008 tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Modern harus direvisi, karena dianggap belum sepenuhnya menyerap aspirasi pasar dan dikhawatirkan menimbulkan distorsi, yang pada gilirannya merugikan konsumen, serta bertentangan dengan dinamika dunia ritel. (Investor Daily/EKO S HILMAN)
Departemen Perdagangan akhirnya menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan mengenai penataan dan pembinaan pasar tradisional, pusat perbelanjaan dan toko moderen yang merupakan petunjuk pelaksanaan Peraturan Presiden No.112/2007.


“Terbitnya Permendag 53/2008 itu bertujuan untuk pemberdayaan pasar tradisional agar bisa berkembang bersama ritel modern,”kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu usai melakukan inspeksi ke Pasar Muara Karang, Selasa, seperti dilansir
Antara.

Mendag menjelaskan dalam Permendag tersebut diatur mengenai pendirian pasar tradisional, pusat perbelanjaan dan toko moderen mencakup zonasi serta pedoman pengelolaan dan manajemen pasar tradisional.

“Dalam membangun pasar tradisional, toko dan pusat perbelanjaan harus berdasarkan analisis mengenai pengaruh sosial dan ekonomi daerah serta zonasi berdasarkan tata ruang daerah,”jelasnya.

Permendag tersebut mengatur detil usaha ritel termasuk hubungan antara peritel dan pemasok dalam hal penetapan syarat perdagangan (trading term).

Ada pedoman angka kisaran batas atas dan batas bawahnya. Jadi ada ruang gerak untuk negosiasi, prinsipnya bebas berkontrak karena ini kesepakatan bisnis dengan asas wajar, adil dan seimbang,”tuturnya.

Menurut Mendag, peningkatan daya saing pasar tradisional tidak cukup hanya dengan pengaturan letak saja. Oleh karena itu, Mendag meminta pemerintah daerah untuk lebih berperan dalam revitalisasi pasar tradisional.

“Untuk 2009, Depdag mengalokasikan dana Rp250 miliar untuk pembangunan dan perbaikan pasar, pemda harus menyumbang juga untuk itu,”ujarnya.

Mendag menambahkan Depdag juga telah menerbitkan buku putih mengenai standarisasi dan pedoman pengelolaan pasar yang efektif.


Moderenisasi ritel apakah identik dengan kapitalisme ?

Kalau kita melihat pertumbuhan toko dengan format moderen seperti hypermarket , supermarket dan mini market saat ini, kadang timbul pertanyaan kok seolah olah dimana mana tempat belanja melululu, apa kita semua disuruh konsumtif? Adakah pernah terlintas dibenak kita demikian?

Coba kita mundur 2 dekade kebelakang sekitar awal 80an, paling paling namanya supermarket HERO, GELAEL, Golden Truly, Matahari , Sarinah dll itupun adanya di kota besar. Kalau kita ke kota kecil ada sih tapi masih formatnya semi moderen.

Paling kalau butuh barang kita masih terbiasa beli di toko kelontongan atau P&D (provisien en dranken)/ makanan dan minuman ada juga yang menyebut toko palen, entah apa persisnya asal katanya. Saat ini bila kita lihat mini market dan jenis Convenience Store moderen menjamur dimana mana. Apalagi kalau mau musim puasa dan lebaran juga natal/ tahun baru wah rasanya padatnya luar biasa orang belanja. Karena usaha usaha ritel tadi banyak tumbuh dimana mana nuansa persaingan pun tak terelakan lagi. Yang sering kita dapatin banyak mini market seperti indomaret buka bersebelahan dengan alfamart. Di depannya pun kita lihat harga murah “jor joran” di pampang. Walau kita tahu itu hanya trik untuk mengundang pelanggan datang saja, karena kadangkala harga itu barangnya terbatas dan bisa jadi periodenya singkat dan terbatas sekali.

Kita lihat konsep pasar tradisonal jaman dulu dan sekarang aroma persaingan tidak se fantastis toko moderen, malah ada kalangan kecil menghubungkan persaingan dengan nuansa klenik (supra natural) di pelaku pasar tradisonal, coba saja kalo pagi pagi kita beli pernah tidak begitu habis kita bayar karena kita pembeli pertamanya dia, penjualnya bilang “penglaris penglaris” sambil uang dari kita di usap usapkan ke barang dagangannya yang ada ( hal yang menurut nalar aneh) tapi masih sering kita jumpai.

Kembali ke pasar moderen. Kita lihat bagaimana pasar moderen berlomba meraih dan menarik minat belanja konsumen, entah dengan berbagai macam program voucher, member/anggota dimana kadangkala ada potongan harga dan point nya serta berbagai macam discount / potongan harga yg kadang juga sifatnya membodohi dan merugikan konsumen.

Tapi memang ini tidak terlepas dari perubahan ekonomi skala makro dan mikro dimana perekonomian kita mengarah pada pasar kapitalis yang sangat kental dengan unsur konsumerisme (konsumtif) . Yang penting profit dan berkembang masalah efek samping nomer kesekian sekian. Namun suka atau tidak semua mengarah kesana tanpa kita bisa berbuat banyak. Kalau mau eksis orang bilang kita juga harus ikut mainsteam.

Lembaga konsumen kita masih kurang berdaya, ini juga karena konsumen kita sendiri selain kurang kritis dan nrimo juga kurang bersatu untuk menegakkan haknya

Pada akhirnya kita bisa berharap adanya keseimbangan pertumbuhan ekonomi yang ada terutama tumbuhnya bidang usaha ritel yang moderen bisa berdampak positif bukan malah sebaliknya, bagaimana pendapat Anda?


Perdagangan

Manajemen FIFO Jaga Kualitas Barang
Yogyakarta, Kompas – Untuk menjaga kualitas barang, pengelola swalayan perlu menerapkan manajemen First In First Out atau FIFO. Langkah ini penting untuk menghindari barang-barang rusak agar tidak sampai ke tangan konsumen. Selain itu, pengawasan dari Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan juga perlu diintensifkan.
Hal tersebut diungkapkan General Manager Pamella Swalayan, Pamella Sunardi Syahuri, Selasa (1/5). “Menurut manajemen FIFO barang yang lebih dahulu masuk ke gudang, maka harus mendapat prioritas untuk dikeluarkan lebih awal. Dengan cara ini, masa kedaluwarsa barang bisa termonitor,” katanya

Menurut Pamella, usaha kelontong perlu ketelitian dan keuletan tersendiri karena barang yang dijual tidak hanya berupa barang pabrikan, tetapi juga barang-barang dari industri rumah tangga.
Kalau barang pabrikan, masa kedaluwarsanya sudah tercantum dengan jelas, sementara makanan produksi rumah tangga masih banyak yang belum mencantumkannya. Karenanya, barang olahan dari industri rumah tangga perlu mendapat perhatian lebih,” tuturnya.
Untuk mengatasi keterbatasan personel dalam hal penjagaan kualitas barang, pihak pabrik biasanya juga menerjunkan langsung tenaga sales promotion girl (SPG). Para SPG akan meneliti langsung barang-barang yang diproduksi pabrik bersangkutan. “Di tempat kami, ada sekitar 25 orang SPG tiap tokonya. Keberadaan mereka sangat membantu kami,” ucapnya.
Lebih jauh, Pamella mengatakan di tengah persaingan bisnis swalayan yang kian ketat, diperlukan keuletan dari pihak manajemen. Karenanya, selain menjaga kualitas barang, Pamella juga menjamin kehalalan produk-produk yang dijualnya. Jaminan ini memberikan kekhasan tersendiri bagi Pamella.
“Selain soal kehalalan, kami juga menerapkan program dana sosial konsumen Pamella. Lewat program ini, maka setiap kembalian di bawah Rp 100 akan kami kumpulkan untuk kegiatan amal. Dalam sebulan, ada sekitar Rp 6 juta dana yang terkumpul. Selain untuk beramal, program ini juga menghindari perbuatan curang dari petugas kasir,” katanya.
Pamella menambahkan, di tengah maraknya penetrasi swalayan- swalayan skala besar dengan konsep waralaba, pemerintah hendaknya melindungi para pengusaha lokal dengan cara memperketat aspek perizinan.
“Kalau tidak dilindungi, maka pengusaha lokal akan kolaps karena harus bersaing dengan pemodal-pemodal besar,” ujarnya. (ENY) sumber Kompas edisi 2 Mei 2007

Format Ritel Masa Depan
(Majalah Swasembada)

Oleh : Syamsul Munir

Format ritel masa depan berkembang seiring dengan dinamika dan dasar permintaan serta kebutuhan konsumen. Interaksi konsumen sebagai anggota masyarakat lambat laun memengaruhi konstelasi persaingan ritel di kemudian hari.

Metro AG di Eropa, misalnya, kelihatannya akan menjadi pelopor dan terdepan dalam merancang model ritel masa depan yang sesuai dengan pola dan gaya hidup masyarakat dalam 10?20 tahun mendatang. Lewat pilot project model ritelnya di Rheinberg, dekat Duisburg, Jerman, Metro AG membuat lanskap toko eceran yang dikerjakan bareng Intel, SAP dan IBM.

Model ritel masa depan tersebut semuanya berbasis pada teknologi dengan menerapkan konsep modern merchandising atmosphere. Posisi dan lokasi barang dapat dipantau mulai dari proses produksi sampai ke kasir penjualan. Hal ini memungkinkan untuk mengetahui dan mengontrol proses pemesanan, pengantaran dan penyimpanan barang. Konsumen akan memiliki pedoman untuk menyusun daftar belanja di toko, menyusun jumlah dan jenis barang yang akan dibeli dengan menekan tombol komputer yang ada di toko. Komputer inilah yang akan memandu konsumen berbelanja dengan nyaman dan menyenangkan.

Model toko masa depan juga menggunakan alat-alat teknologi tanpa kabel untuk mengetahui berat barang seperti buah dan sayuran, dilengkapi label barang elektronik (electronic shelf labels) yang memajang harga barang dengan harga yang berlaku saat ini, sehingga perubahan harga dengan mudah dilakukan melalui kantor pusat ke gondola dan kasir. Di samping itu, toko ini juga dilengkapi mesin otomotis pengambilan barang serta menggunakan Radio Frequency Indentification (RFID) dan Electronic Product Code sebagai pusat teknologinya untuk mengontrol persediaan barang seketika.

Fungsi RFID sebagai teknologi masa depan memungkinkan membaca label yang terdapat pada barang dan kemasannya melalui sinyal radio. Konsumen dapat memperoleh informasi lebih lengkap perihal isi produk dan logistik dibanding barcode yang ada selama ini. RFID juga terus-menerus memantau perjalanan barang dari pabrik sampai tiba di toko, sehingga memungkinkan mengetahui lebih dini jika terdapat masalah pada alur distribusi (supply chain). RFID juga membantu memonitor persediaan barang di gudang dan di pajangan toko.

Toko masa depan yang sedang diuji coba Metro AG di Jerman adalah salah satu model ritel yang mengaplikasikan gabungan keunggulan teknologi komputer, teknologi radio, teknologi televisi, dan teknologi multimedia lainnya dengan sistem manajemen logistik yang prima. Tujuannya adalah mengetahui produksi barang sejak awal dan memajang barang di gondola dengan informasi yang akurat terinci sampai konsumen membawa barang.

Format ritel masa depan lainnya, eBay, lahir tepat saat terjadinya booming industri Internet tahun 1995 di Kalifornia. Nama eBay adalah singkatan dari Electronic Bay Area, yang awalnya hanya untuk melayani tetangganya melakukan penjualan barang-barang dengan sistem lelang di Internet yang dikembangkan Pierre Omidyar.

eBay menawarkan berbagai jenis fasilitas dan layanan yang memungkinkan anggota, baik pribadi maupun perusahaan, dapat menjual dan membeli barang di ritel tempat eBay secara cepat dan nyaman. Pembeli memiliki pilihan: membeli dengan cara lelang atau dengan harga tetap. Untuk membeli barang dengan lelang, anggota menggunakan fasilitas eBay yang disebut But-It-Now. Adapun untuk membeli dengan harga tetap, anggota perusahaan ini dapat melakukannya di Half.com. Rancangan ini dibuat untuk menampung sistem transaksi barang bekas (used merchandise) antara pembeli dan penjual dengan membangun half.com.

Di saat perusahaan e-commerce berjatuhan, eBay justru berhasil meredefinisi bisnisnya untuk tetap untung menjadi bangunan ritel di dunia maya (virtual); penjual dan pembeli saling berhubungan untuk bersama-sama bertemu di ?gedung? yang dirancang eBay untuk bertransaksi. Penjualannya meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 1998 berhasil mencatat keuntungan US$ 430 juta, naik 92% pada 1999 dengan US$ 6 miliar nilai transaksi barang dan dari 22,5 juta anggota terdaftar.

Selanjutnya tahun 2002, eBay memperdagangkan lebih dari 16 juta item barang yang terdaftar di 27.000 kategori barang dengan nilai transaksi penjualan sebesar US$ 14,87 miliar, di antaranya transaksi barang melalui lelang senilai US$ 9 miliar. Jenis barang tersebut, antara lain antik dan benda-benda seni, komputer, alat musik, pakaian, mainan anak-anak, perangko, rumah dan liburan. Masyarakatnya lebih banyak menggunakan waktu untuk berbelanja di tempat maya milik eBay ini ketimbang di tempat lain, sehingga menjadikannya tempat belanja paling populer di dunia melalui Internet. Tahun 2001, eBay memiliki pengguna terdaftar sekitar 24 juta orang dan menjadi lebih 80 juta orang tahun 2002 atau meningkat lebih dari 40%. Sehingga, diperkirakan penjualannya mencapai hampir US$ 1 miliar tahun 2003 dengan keuntungan naik 56%, yakni US$ 150 juta.

Format ritel masa depan lainnya, model bisnis e-tailing Amazon yang didirikan Jeff Bezos (39 tahun), bertumpu pada inovasi teknologi informasi yang sifatnya fundamental bukan incremental, yakni menjadikan Amazon.com sebagai tempat masyarakat dunia untuk mencari, mendapatkan dan membeli segala sesuatu yang mereka cari dan inginkan secara online. Menjadikan Amazon sebagai perusahaan ritel utama di web Internet.

Amazon.com pertama kali berjualan dan muncul di ritel maya Juli 1995 meskipun perusahaannya dibentuk tahun 1994 di Delaware, dan didaftarkan kembali tahun 1996 di Seatttle, Washinton. Perusahaan ini menawarkan sahamnya di Nasdaq pada 15 Mei 1997. Harga sahamnya juga terus naik dari US$ 18 pada awal IPO (1997) menjadi US$ 49,24 (2003).

Bezos sangat cerdas menggunakan tehnologi Internet ini sebagai media penjualan barang-barang keperluan konsumen yang dari tahun ke tahun juga meningkat menjadi 1.510.000 konsumen (1997) dari 180.000 konsumen (1996) atau naik 738%, dan meningkat lebih dua kali lipat atau lebih 5 juta orang tahun 2003.

Mimpinya untuk menjual barang dan jasa sebanyak mungkin di toko mayanya (virtual retail) akan benar-benar menjadi kenyataan dengan pertumbuhan spektakuler yang tidak pernah dicapai ritel dunia mana pun dalam sejarah industri ritel — Wal-Mart sekalipun yang saat ini tetap memimpin ritel di urutan teratas. Dengan sistem penjualan melalui Internet yang dikenal sebagai e-tailing dan beroperasi nonstop, 24 jam sehari, 7 hari seminggu dan 30 hari sebulan, jumlah pesanan terus meningkat dari waktu ke waktu dan dari menit ke menit. Saat ini mengirim 1,7 juta pesanan setiap hari atau 61 miliar setahun dan mampu mengirimkannya ke seluruh penjuru dunia yang didistribusikan dari pusat-pusat gudangnya di berbagai negara.

Amazon melakukan sinergi antara penyempurnaan sistem tehnoginya dan pembangunan pusat-pusat distribusi logistik) ke berbagai penjuru dunia. Saat ini, di samping membenahi sistem piranti lunaknya — bukan saja search engine, juga menginvestasikan uangnya lebih banyak lagi pada penyempurnaan integrasi sistem teknologi dan pusat distribusinya di berbagai belahan dunia, yakni Inggris, Kanada, Jepang, Jerman, Prancis, Spanyol dan Austria. Strategi geografis yang dilakukan ini untuk meningkatkan produktivitas dan kecepatan pengantaran ke konsumen dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, yakni mendekatkan dan memperpendek jarak tempuh pengantaran barang sampai di tangan konsumen dengan membangun pusat-pusat distribusi di wilayah-wilayah pusat konsumen tersebut dengan pertumbuhan penjualan menakjubkan.

Menurut pandangan Bezos, masa depan teknologi saat ini mengarah pada dua kecenderungan, yakni (1) Wi-Fi (wireless high-speed Internet access) dan (2) videophone yang menggunakan bahasa yang sama dan platform yang sama, yakni RDF( Resource Description Framework). Karena itu, teknologi ritel Amazon didorong ke arah yang memungkinkan barang dan jasa yang dijual di Amazon dapat diperoleh dari dua perangkat kecenderungan ini, dengan menambah sebanyak mungkin jenis dan variasi kategori barang dan memperluas kerja sama dengan ritel konvensional, seperti Marchall Fields, Office Depot, Target, Toy ?R? Us serta Babies ?R? US Com, dan bahkan akan mengandeng Wal-Mart.

Selain format ritel yang dikembangkan Metro AG, format ritel eBay juga sebenarnya ibarat membangun gedung untuk dijadikan tempat bagi setiap orang untuk berkumpul. Ibarat membangun pasar, tempat penjual dan pembeli bertemu untuk melakukan transaksi atas barang apa saja yang dijual dan yang dapat dibeli atas persetujuan antara satu sama lainnya. Jadi, pekerjaan eBay sebenarnya bagaikan pengembang dengan terus menyempurnakan bangunannya, sehingga setiap tenant yang akan menjual barangnya dan setiap konsumen yang mau berbelanja merasa aman, nyaman dan cepat mendapatkan apa yang diinginkan. Jadi sebenarnya, eBay adalah perusahaan ritel yang tidak membeli, menyimpan dan mengantar barang atau jasa ritel lainnya kepada konsumen tetapi menyewakannya kepada penjual dan pembeli atas penggunaan bangunan miliknya yang terus disempurnakan. Hal ini membedakannya dari model ritel dunia maya lainnya seperti Amazon, yang memiliki pusat-pusat distribusi untuk menjual barang dan mengantarkannya ke konsumen di seluruh dunia.

Menelusuri perjalanan panjang ritel hingga perkembangan format ritel saat ini memberi inspirasi bahwa masa depan Future Store yang dirancang Metro AG di format land retailing serta Amazon dan eBay di format non-store retailing akan menjadi gerbong bagi eksistensi ritel lainnya untuk menentukan format ritel masa depan, termasuk ritel Indonesia.

Penulis adalah pengamat pemasaran ritel, Direktur School of Retail Management dan penulis buku Ritel Indonesia (2000)

Floating Widgets