Ternyata Hoka Hoka Bento 100% Milik Orang Indonesia Toh….

Salah Satu Gerai Hoka Hoka Bento

Salah Satu Gerai Hoka Hoka Bento

Berawal dari sebuah gerai mungil di wilayah Kebon Kacang Raya, Jakarta, Hendra Arifin mengembangkan bisnis resto Hoka Hoka Bento. Kini, resto cepat saji yang membeli hak nama dari Jepang itu mempunyai 99 gerai dengan omzet sekitar Rp 13,85 miliar per tahun.

Hendra sebagai pemilik PT Eka Bogainti tertarik mengembangkan resto cepat saji ala Jepang karena pada 1985 konsep itu belum ada di Indonesia. Ia pun melakukan studi banding ke Jepang dan kemudian membeli izin untuk menggunakan merek dan technical assistance Hoka Hoka Bento di Indonesia.

“Saat ini,  Eka Bogainti memiliki penuh hak cipta atas merek merek Hoka Hoka Bento. Sementara itu, usaha serupa dengan merek sama yang ada di Jepang sudah tidak ada lagi,” kata Hendra saat peluncuran Hokben Delivery Service 500-505 di Jakarta, Kamis (28/5).

Awalnya, Hoka Hoka Bento berbisnis makanan take away (pesan ambil/ bawa pulang). Konsep take away kemudian diubah menjadi fast food (cepat saji), mengadopsi tren cara makan yang praktis dan higienis ala Jepang. ”Layanan semacam itu menjadi solusi bagi masyarakat Indonesia yang tengah menikmati pembangunan,” ujarnya.

Saat ini, Hoka Hoka Bento ditangani generasi kedua, anak dari Hendra Arifin yakni Paulus Arifin yang menjadi direktur operasional PT Eka Bogainti.

Menurut Paulus, dampak krisis global membuat pengunjung resto sedikit berkurang sehingga ia menerapkan strategi khusus untuk menarik minat konsumen dengan berbagai menu spesial. Selain itu, efisiensi terus dilakukan tanpa harus melakukan perampingan tenaga kerja. Kini, Hoka Hoka Bento mempekerjakan sekitar 4.000 tenaga kerja.

Pengalaman saat krisis moneter 1998 menjadi pelajaran berharga bagi Hoka Hoka Bento sehingga tetap bertumbuh rata-rata 5-7% per tahun. “Tahun 2009, kami menargetkan pertumbuhan penjualan sekitar 10%, memang agak sulit tetapi kalau berusaha keras pasti bisa,” ujarnya.

Meskipun 2009 dipenuhi ketidakpastian ekonomi, Hoka Hoka Bento berencana menambah satu gerai. “Untuk menggenapi jadi 100 gerai,” ungkap Hendra. Saat ini, 99 gerai Hoka Hoka Bento tersebar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang (Jabodetabek), Bandung, Surabaya, dan Malang.

Ini salah satu gerai Hok Ben di Nagoya (tidak ada kesamaan logo dengan hok ben di Indonesia)

Ini salah satu gerai Hok Ben di Nagoya (tidak ada kesamaan logo dengan hok ben di Indonesia)

Paulus memaparkan, untuk membuka gerai baru seluas 150-200 meter persegi di mal kawasan Sudirman, Jakarta, dibutuhkan investasi hampir Rp 1 miliar. Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga melakukan revitalisasi fisik gerai serta memperkuat manajemen sumber daya manusia.

Tidak Lirik Waralaba

Hendra menambahkan, Hoka Hoka Bento tidak berencana berekspansi ke sistem waralaba. Upaya mempertahankan kualitas layanan menjadi salah satu alasan untuk tidak merambah ke bisnis waralaba. “Memang menggiurkan tapi kami tidak ingin serakah. Selain itu, bisnis makanan tergantung pada kualitas layanan,” katanya.

Untuk meningkatkan pelanggan, Hoka Hoka Bento mengembangkan bisnis pesan antar. Kontribusi penjualan antar-pesan kini mencapai 30-40% dari total penjualan. “Untuk layanan ini, konsumen dikenakan biaya Rp 5.000 per antar dan tidak ada batas minimum order,” kata Paulus.

Secara terpisah, Ketua Dewan Pengarah Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (Wali) Amir Karamoy mengimbau, Hoka Hoka Bento berekspansi ke bisnis waralaba untuk menghindari dugaan praktik mendominasi pasar. Menurut dia, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) seharusnya menyoroti bisnis-bisnis besar yang menggunakan sistem company own outlet.

Dengan memiliki company own outlet , kata dia, resto besar berpotensi menimbulkan praktik persaingan usaha tidak sehat. “Dia bisa saja mendikte si pemasok karena produk yang disuplai akan dijual di banyak gerai. Saya menganjurkan Hoka Hoka Bento diwaralabakan saja sekitar 40%-nya. Toh peminatnya besar dan pasti berkembang pesat,” tutur Amir kepada Investor Daily.

Secara terpisah, Ketua Umum Gabungan Perusahaan Makanan dan Minuman (Gapmmi) Thomas Darmawan mengatakan, segmen pasar Hoka Hoka Bento yang menyasar keluarga kelas menengah menjadi salah satu nilai tambah. Di sisi lain, kata dia, kampanye Aku Cinta Indonesia yang juga menyasar ke makanan dinilai dapat menjadi saingan baru bagi restoran-restoran cepat saji ala makanan khas luar negeri.

Dia memperkirakan, beberapa restoran kelas atas dan menengah bakal banyak tutup pada 2009 akibat tekanan krisis ekonomi. Untuk itu, lanjut dia, sudah saatnya pemerintah mempertimbangkan saran untuk menghapus pajak makanan di restoran, seperti pajak pertambahan nilai (PPN), pajak daerah, dan pajak restoran.

“Contohnya, makan shabu-shabu di Indonesia bisa lebih mahal 30-40% dibandingkan Bangkok dengan level restoran yang sekelas. Bahkan, orang kaya juga mulai berpikir makan di restoran sekarang,” kata Thomas kepada Investor Daily.

Berdasarkan survei wawancara tatap muka yang dilakukan oleh Nielsen terhadap 2.029 koresponden di Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung, Semarang, dan Makassar, sebanyak 894 koresponden menyatakan pernah makan di luar rumah, sedangkan sisanya belum pernah. Sebanyak 63% mengatakan lebih memilih restoran dengan menu lokal.

Sementara itu, survei on line terhadap 510 konsumen di kota yang sama menunjukkan, hingga 59% responden lebih memilih restoran dengan masakan lokal. Sementara itu, sebanyak 17% memilih masakan Tiongkok sebagai alternatif dan 12% memilih masakan Jepang. Sedangkan restoran yang menghidangkan masakan Italia (empat persen), masakan Amerika (dua persen), Perancis (satu persen), dan masakan India (satu persen).

“Hal itu menjadi berita dan peluang bagus bagi restoran lokal. Sedangkan restoran dengan merek internasional memiliki tantangan untuk masuk ke pasar dalam negeri,” kata Executive Director Consumer Research Nielsen Catherine Eddy.

Bangga Donk Kita Hoka Hoka Bento Ternyata Jadi Merek Lokal Indonesia, semoga bisa mendunia seperti lainnya.
Sumber: Investor (Damiana N Simanjuntak)

Artikel Menarik Lainnya:

Comments

comments

59 Comments

  1. bangun says:

    wah bagus juga nih si bento non iwan fals, tapi gmana dengan kehalalan produknya? soalnya sesuai dengan motto-nya ” rasanya sesuai dengan selera kita” mmang pas.

  2. ADA Grosir says:

    hihi aku baru tahu kalo itu udah dibeli orang Indonesia

  3. Mutiara says:

    Orang Indonesia yang kreatif. Coba dulu pakai merk Indonesia saja gak usah pakai ke jepang-jepang an :)

  4. Bank Soal says:

    Tetap aja image orang itu restoran jepang…

  5. ZonS says:

    Kalo disini disebut makanan Jepang, kalo di Jepang disebut makanan….?

    @Mutiara:
    Kalo dikasih nama indo namanya jadi Oleh-Oleh Bantul, wakakakaka…

    Salam kenal buat yg punya blog,
    top blognya nih

    Biar Nggak Punya Rumah Yang Penting Bisa Facebook!

  6. bocahbancar says:

    Hhmm…I Love Japan…….

  7. selaludidepan says:

    Andai pak sosrojoyo membeli ini juga, makin kloplah apapun makanannya minumnya teh botol sosro
    http://www.selaludidepan.wordpress.com

  8. Rahmat Kedai says:

    Kenapa musti “Hoka2 bento?” kayak g’ ada nama lain az, seperti warung2 cinta kan bisa?..Wkekekekek

  9. Ph!duT says:

    makanan favorit gw nich…wuidiiih…salut dech…gw juga baru tau kalo Hoken yg punya orang indo…

  10. engeldvh says:

    Buset…..baru tau gw, hahah…sipppplah!! :-)
    http://engeldvh.wordpress.com

  11. oo ternyata lokal ya, karena yang di jepangnya malah dah gak ada

    wekekke lucu juga neh

  12. sakainget says:

    haaaaaaaa sayang sekali sy gak doyan :D
    kunjungan dinas – sakainget

  13. Abdul Cholik says:

    -saya kurang begitu suka dgn HHB,kurang tantangannya karena gak ada sambel trasinya.
    -salam

  14. sudiono says:

    sorry nih ya … meski punya orang Indonesia tapi gimana kehalalannya ? Soalnya saudara saya wartawan dari salah satu koran nasional ( inisial korannya ‘R’ ) pernah mengatakan, dalam salah satu sajian menu Hok-Hok Ben ada yang ditaburi tahi tikus ( hiiiiiy ) entah sengaja atau tidak, tapi kejadiannya nyata. Makanya saya gak pernah makan di sana, belum jelas sih. Oh ya bagi yang sudah sering makan di sana, apa ada sertifikasi halal gak yang suka di pasang ditembok gitu, kayak Baso Malang Karapitan yang menempelkan sertifikasi halal di temboknya jadi tahu halal apa tidaknya. Kasih tahu ya, kalau ada kayaknya saya berminat juga nih makan produk Indonesia meski menunya Japan banget.

  15. syukriy says:

    saya baru makan sekali di Hokben. lumayan. tapi, kalau membaca beberapa kejadian seperti makanan yang tidak bersih (karena sering ada kotoran kecoa dan tikus), saya jadi tidak berminat. kecuali terpaksa.

  16. why88 says:

    gak maslh pnya orng mana ja yang penting halal kan????

  17. hanif says:

    bagi saya tetap membanggakan negri orang lain, kenapa nggak ebih nasionalis namanya, bagi saya yg penting rasa bukan nama. kenapa ke bule-bulean lbh menjual, secara tdk langsung, menjatuhkan emage bangsa sendiri, bahwa indonesia itu kuno, bahkan artis saja lebih suka dialegnya ke bule-bulean, padahal dia fasih bhs indonesia….hal2 yg kecil bisa menjatuhkan moral bangsa. nggak percaya, ?perhatikan saja..

  18. mesin kasir says:

    pilih mana think globaly act localy, atau think locally act globaly?

  19. diazhandsome says:

    wah, bagus juga nih. ternyata punya Indonesia. kenapa makanannya masih Jepang? kasih embel-embel Indonesia dikit gitu kek.. jangan ‘Aku Cinta Indonesia’ aja. oke?

    salam kenal. salam ganteng dari diazhandsome

  20. mymandapanda says:

    hoka2 bento… salah satu kebanggaan anak negeri ya!

  21. salam kenal buat semua

  22. Anonymous says:

    salam kenal buat semua

  23. Anonymous says:

    salam kenal buat semua

  24. sendit says:

    Weleh2…baru tahu…bagus juga tuh sarannya diazhansome….nasi nya ganti nasi uduk kek…he3…Indonesia gitu loohh… ;)

    http://sendit.wordpress.com

  25. Jum says:

    Alhamdulillah..hokben dah punya sertifikat Halal dari MUI..untuk mas or mba yang masih meragukan bisa langsung di tanyakan ke outlet terdekat.

  26. Semoga ada lebih banyak anak bangsa yang berhasil membuka lapangan kerja seperti PT. Eka Bogainti.

  27. suminarso says:

    ya memang cara pelayanan oke , dan banyak di sukai orang , kelihatanya enak , tapi lihat dulu pabriknya , bersih atau enga .

  28. suwito says:

    bagaimana caranya dan apa persaratannya kalau saya ingin membuka gerai hok ben di batam.

  29. Loys.DK says:

    Ada satu lagi lho resto cepat-saji ternama yg ternyata milik org Indonesia 100%.

    California Fried Chicken!!

  30. Amir says:

    Wah. Saya baru tahu kalau California Fried Chicken itu milik orang Indonesia. Ada lagi usaha dengan nama asing yang milik orang Indonesia?

  31. wids says:

    memang..hokben enak makanan nya…ampe2 gw gak kerasa dah kerja disana..dah 9 tahun..keren sistem nya..dan kekeluargaan nya…makan nya pada betah…kita tunggu aja ke hancuran bisnis fast food…dah beralih kemakanan sehat…dengan gizi seimbang…..

  32. miti says:

    begitu tau kalo hokben dah ada sertifikat halalnya, gw langsung nyobain makan disana ternyata enak banget……… sampe sekarang hokben jadi salah satu tempat makan favorit gw sama temen2…..

  33. agus says:

    Wow top markotop sukotop!!! dr rasa, konsep, harga, sistem dagangnya, pokoknya i love hokben!! see u at the top Mr. Hendra! You so smart!

  34. umar setiawan says:

    untuk : pak hendra…
    kapan ya hoka hoka bento buka di Semarang ???
    semarang sebagai wisata kuliner kurang lengkap kalo belom ada hokben :)
    klo ada kata-kata kurang pantas..mohon maaf ya, pak..
    matur nuwun

  35. ani says:

    enuaaak gila !!! tp sayang ga ada di bali

  36. nn says:

    buka di jogja dong.. lom ada nih..

  37. asfan says:

    hokben udah punya sertifikat halal kok.
    coba klo dijadiin franchise. saya lgsg mau deh buka di jogja :D

  38. bayu says:

    bagaimana cara bekerja sama untuk membuka cabang hoka-hoka bento di pekanbaru RIAU. tolong kirim ke email saya secepatnya. terima kasih

  39. deevy says:

    tak ada kata bosan kalau makan di Hoka Hoka Bento….Bravo

  40. Ichi9o says:

    Hokben gitoe loch! Enak-enak makananya. Murah meriah dan pastinya sehat dan Halal! Waw langsung laper pengen chicken katsu nih :-D ~ ::ngiler::

  41. andy says:

    hokben difranchise-sin nggak sih?

  42. annosmile says:

    makanan jepang yang enak di ranah kuliner indonesia
    baru tau kalau pemiliknya orang indonesia..

  43. reza darwin says:

    saya reza dari interactive software resto,untuk menawarkan software restoran kepada PT EKA BOGA INTI proposal penawarannya dikirimkan ke siapa?dan kemana?

  44. keke maria says:

    hok ben buka cabang di batam dong….

  45. nugrohoPASDS says:

    Maaf, kalau bukan waralaba, apakah itu berarti tidak ada kemungkinaan untuk kerja sama? Kita sebetulnya ingin (sangat berminat) membuka gerai baru di Solo.. hubungi kami di 085881 826366.

  46. tinus says:

    Maju terus HOKBEN……
    kita selalu mendukungmu…..

    I LOVE HOKBEN

  47. Jabon says:

    by jabon :
    .
    oh saya malah baru tahu kalau spereti itu … :-)

  48. darul amanah says:

    @ jabon

    sama saya juga baru tau …
    namunsaya salut sama orang indonesia yang bisa memiliki usaha seperti ini

  49. ari syaoran says:

    wah, bagus deh kalo kebanyakan usaha maju di Indonesia milik orang Indonesia itu sendiri.

    salam kenal…
    http://arisyaoran.wordpress.com/

  50. dewy says:

    buat info..hokben udah halal loh sejak september 2008,, ada sertifikat dari MUI..coba deh temen2 cek di dinding restonya… ada sertifikat halalnya

  51. Fadli says:

    Hoka Hoka Bento belum ada alias KATEK(tidak ada) di Palembang Kapan ya HokBen ada di Palembang? Gw harap ada cabangnya di PIM

  52. darius says:

    pada aneh y orang emang restoran jepang mo dikasi embel2 indonesia, ini buat orang indo yg mau taste masakan jepang tp dengan harga yg ga gila kek restoran jepang yg bener2 jepang.. -_- don’t be to dense

  53. dulu pas ngampus di jawa sering banget kongkow ke hokben. tapi semenjak ikut suami ke batam, haduh….. ga ada hokben disini, padahal kan batam udah rame, banyak mall..

    ayo dong hokben, segera buka cabang disini :(

  54. baety says:

    bgus…..
    indonesia punya brti….
    yogyakarta udh da….nice2.

  55. danny says:

    saya dulu driver pt eka boga inti … sdikit yang saya tambahkan , selama mnjadi karyawan di hokben… perusahaan dengan visi dan misi yg luar biasa.., dengan dukungan managemen yg baik ( wktu itu msh pak hendra arifin ) . sukses bwt PT EKA BOGA INTI

  56. wisata medan says:

    numpang lewat yaa… mau jalan-jalan ke medan? atau mau wisata kuliner di medan? jangan lupa mampir di blog http://www.indrahalim.com ya. Blog kuliner top kota medan. Situs yang lengkap reviewnya tuk resto or kedai yg menyediakan makanan enak di medan.

  57. fox says:

    Aneh2 aja komentarnya. Kl resto jepang pake nama indonesia, tar pd nyolot, “koq jualan masakan jepang, tp nama restonya indo, gw jd ketipu nih”. Nama itu hrs sesuai imej dan produk yg ditawarkan. Jgn sekedar idealis gk puguh.

Leave a Comment

Floating Widgets